Friday, August 21, 2020

PENGERTIAN ANGIN LAUT UNTUK PEMANCING

Bagi para pemancing laut angin merupakan salah satu unsur cuaca yang penting dalam masalah kelautan, pasalnya angin bisa menjadi sahabat saat berlayar tapi bisa juga menjadi malapetaka bagi kita.

Pola angin yang sangat berpengaruh dan bertiup di Indonesia adalah angin musim (monsoon) Angin bertiup secara mantap ke arah tertentu pada satu periode sedangkan pada periode lain angin bertiup secara mantap ke arah yang berlawanan.

Angin akan bergerak dari tekanan tinggi (suhu yang dingin) ke arah tekanna yang rendah (suhu yang hangat). Tekanan suhu ini mendesak ke arah tekanan rendah yaitu di bagian bumi yang hangat atau panas.
Berikut apa yang di maksud dengan angin barat,timur,musim peralihan/pancaroba dan angin badai



Angin Barat 

Secara alami atau normalnya, Bulan Desember sampai Februari adalah musim dingin di belahan bumi bagian utara dan musim panas di belahan bumi bagian selatan. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, karena daratan Asia lebih dingin di banding Australia, maka angin bertiup dari Asia ke Australia. Di Indonesia angin ini di sebut sebagai Angin musim barat.

Secara umum air mengalir dari laut cina menuju ke laut jawa dan bergerak ke arah barat sampai Papua. Arus air dari filiphina menuju Selat Makasar dan bergabung dengan air laut Jawa menuju perairan Ambon dan Papua. Di laut Hindia atau Laut Selatan, air mengalir mulai dari Aceh ke selatan Sumatera dan Selatan Jawa terus menuju ke Barat.

Angin Timur 

Pada bulan Juli hingga Agustus terjadi pusat tekanan tinggi di Australia dan pusat tekanan rendah di Asia, sehingga angin berbalik dari Australia menuju Asia sehingga di Indonesia bertiuplah angin Musim Timur.

Sistem tekanan angin di atas ternyata tetap sehingga menyebabkan angin musim bertiup dengan stabil terutama di atas lautan. Dua kali dalam setahun angin berganti arah. Sifat ini digunakan oleh para nelayan yang menggunakan perahu layar. Pada musim angin barat, mereka meninggalkan pelabuhan jawa menuju Sulawesi,Nusa Tenggara dan Maluku dan mereka memanfaatkan angin musim timur untuk kembali.

Musim Peralihan/Pancaroba

Pada bulan maret, Angin barat masih berhembus, tetapi kecepatan dan kemantapannya berkurang. Dalam bulan April dan Mei, arus angin sudah tidak menentu dan periode ini dikenal sebagai musim Peralihan atau Pancaroba awal.

Demikian pula yang terjadi dalam bulan Oktober dan Novemberarah angin tidak menentu dan periode ini di kenal sebagai Musim Pancaroba akhir tahun.
Kekuatan angin ummunya lemah pada musim-musim pancaroba, sehingga laut pun tenang dan musim pancaroba inilah biasanya waktu yang mantap untuk mancing di tengah laut.


Angin Badai 

Angin badai atau topan badai merupakan angin topan yang biasanya mempunyai daya tekstruktif yang sangat kuat, biasanya menyapi pinggir laut dan pantai. Topan ini dapat merusak struktur pantai dan pelabuhan. Macamnya sangat banyak seperti Badai Magy,El nino,La nina dan lainnya. Akibatnya tentu merugikan bagi nelayan dan pemancing karena ombak yang terjadi tidak kenal ampun. Dan umumnya mereka tidak akan di perbolehkan melaut oleh kepala pelabuhan saat situasi ombak laut sedang buruk.

Keberadaan angin ini bisa di pantau oleh pengguna baik nelayan atau pemancing dengan mengakses info BMKG. Dengan kondisi angin badai seperti itu aktifitas mancing di tengah laut dengan perahu menjadi sangat berbahaya sehingga harus di hindari oleh nelayan ataupun pemancing. (sumber: kabarmancing.com) 

No comments:

Post a Comment