Monday, June 1, 2020

TEKNIK JIGGING

 
teknik jigging


Teknik jigging adalah salah satu teknik mancing yang sangat populer bagi kalangan pemancing indonesia, baik dari teknik shore jigging ataupun light jigging. 

Jigging,speed jigging,deep sea jigging,butterfly jigging,vertical jigging,yoyo jigging adalah semua nama yang digunakan untuk teknik mancing ini.Berasal dari Polinesia, ia bertemu dengan peningkatan fenomenal di Asia,Eropa,Oseania, AS, dan sekarang di kanada. Teknik ini memungkinkan untuk menangkap ikan-ikan besar secara vertikal, biasanya di sediakan untuk pemancing dengan alat berat. Di perbaharui pada tahun 1990 an oleh 'Yoichi Mogi" jepang, ia adalah penghasut sebagian besar peralatan jigging baru (joran,reel,umpan jig) dan mempopulerkan gaya memancing jigging jepang. 

Untuk menjelajahi daerah penangkapan ikan baru dimana teknik lain tidak dapat di capai, teknik jigging bertujuan untuk menempatkan iming-iming tempat ikan itu berada. Rahasianya adalah memiliki panduan memancing yang baik untuk bermanuver di atas kapal, menempatkan jig di atas ikan, untuk itu anda harus menghitung kekuatan angin dan arus saat ini, untuk memberikan waktu yang cukup bagi JIG untuk mencapai target. Selanjutnya, keterampilan pemancing untuk meretrive jig tersebut, bisa dengan variasi teknik slow jerking,fast jerking,ataupun long jerking. 

Peralatan  Jigging 
 
A. Joran (Rood) 

Tidak ada ketentuan pasti mengenai panjang rod jiggin, biasanya 5-10 feet. Makin panjang sebuah joran, maka action dari metal jig semakin bagus, hanya saja lebih melelahkan, terutama pada saat memainkan umpan metal jig berat atau fight dengan ikan besar. Semakin pendek joran, maka dapat menghemat stamina untuk fight pada saat strike ikan besar. 

B. Reel 

Reel yang di gunakan untuk teknik jigging adalah dengan menggunakan reel dengan gear ratio rendah ( 4.7:1) agar tidak terlalu berat atau lelah pada saat menggulung reel (retrive) 

C. Line (PE) 

Gunakan lah line PE braided ukuran PE3 keatas agar tidak putus pada saat fight dengan ikan besar. biasanya saya menggunakan PE3 untuk teknik jigging pada kedalaman di bawah 100m. 

D. Leader 

Biasanya pakai shock leadermonofilament dengan kekuatan 1.5 sampai 2 kali kekuatan main line. Tujuannya adalah mengurangi resiko putus apabila terjadi gesekan pada batu karang dan dinding kapal atau mengurangi daya hentakan pada saat ikan menyambar umpan jig anda. 

E. Metal Jig (lure) 

Metal jig harus di sesuaikan dengan kemampuan joran dan reel yang di gunakan, kedalaman dari lokasi dan kuatnya arus di lokasi tersebut. warna tidak banyak berpengaruh, namun sebaiknya gunakan metal jig yang kontras dengan cahaya. 


Jigging Action 
  • Fast jerking. 1:1 , yang artinya satu kali angkat joran di imbangi dengan satu kali gulungan 

  • Slow jerking. 1:2, yang artinya satu kali angkat joran, 2 kali menggulung reel 

  • Long jerking. 1:3 , yang artinya satu kali angkat joran panjang di imbangi dengan 3 kali gulungan reel 

Mencari Lokasi Jigging Dan Pola Arus 

Dalam pencarian spot jigging, alat Depth sounder dan GPS sangat di perlukan untuk yang memancing di tengah laut, atau bisa juga dengan bertanya kepada kapten kapal dan rumpon rumpon yang ada di tengah laut. 
Jika telah menemukan lokasi yang sesuai, mulailah drifting atau berhanyut  sambil memainkan umpan jig sampai sekitar 0.5 mil dari titik spot. 
Jika terjadi strike, mulai lah tentukan titik tersebut, begitu juga seterusnya. Titik-titik ini di jadikan titik bantu pengenalan lokasi dengan arusnya. 

Apabila tidak terjadi strike, cobalah sedikit bergeser dari titik utama sambil memainkan umpan jig . Teknik ini memudahkan kita untuk mengenal pola arus di lokasi tersebut. Karena setiap perubahan arus, maka strike poin akan berubah. 
(adhek.net) 

No comments:

Post a Comment