Thursday, June 11, 2020

MANGROVE JACK


Bagi para pemancing, pasti tidak asing lagi dengan ikan predator si penghuni bakau ini. Dengan keganasan dan kecepatannya saat menyambar umpan. Ikan ini sangat digemari oleh para pemancing.

Mangrove jack atau mangrove red snapper tersebar luas dipesisir samudera hindia sampai ke barat samudera pasifik, dan dari kepulauan ryukyu sampai ke pesisir australia.

Di beberapa daerah di Indonesia ikan ini juga di kenal dengan sebutan ikan jarang gigi,kakap tambak,kakap gabus,somasi merah,kelet, atau ganggrang eca. DI australia ikan ini di kenal dengan nama Mangrove jack (selar bakau) atau Mangrove red snapper (kakap merah bakau).

Pewarnaan ikan ini beragam mulai dari warna jingga terbakar,merah tembaga,perunggu sampai coklat tua kemerahan. ikan mangrove jack muda yang di tangkap di muara sering berwarna lebih gelap dari pada ikan yang lebih tua atau dewasa yang di tangkap di daerah terumbu lepas pantai, dimana ikan muda memiliki garis-garis vertikal di bawah sisi perut.

sama seperti ikan yang lebih muda, mangrove jack memiliki gigi taring menonjol di rahangnya yang di gunakan untuk menangkap dan menahan mangsa. Gigi tajam ini bisa mengakibatkan cedera parah terhadap nelayan atau pemancing yang tidak hati-hati, maka dari pada itu jangan pernah memasukkan jari ke dalam mulut ikan ini.

Di daerah terumbu, ikan ini kadang disangka sebagai ikan Mailah (Lutjanus bohar), ikan yang dikenal sebagai pembawa racun ciguatera. Mailah sendiri memiliki warna yang lebih gelap serta memiliki lebih sedikit duri sirip belakang

Mangsa 

Mangrove jack adalah ikan tipe karnivora yang memangsa ikan-ikan kecil, udang-udangan, dan moluska di malam hari. Ikan ini menyergap mangsanya di akar-akar pohon bakau,dinding batu, atau daerah sekitar dahan ranting kayu di mana mangsanya berlindung.


Habitat 

Ikan ini biasa di temukan di kawasan pohon bakau di sepanjang muara, tetapi ikan ini akan berpindah ke daerah laut lepas untuk berkembang biak.
Setelah dewasa, mangrove jack akan berpindah ke lautan terbuka, kadang jaraknya hingga ratusan kilometer dari pesisir untuk berkembang biak. Ikan ini sulit di tangkap oleh para pemancing karena kecepatannya dan jarak ikan yang dekat dengan terumbu yang tajam, sehingga senar sering putus ketika fight dengan ikan ini.

No comments:

Post a Comment