Sunday, June 28, 2020

BOLERAN, AIR LAUT YANG TENANG NAMUN MEMATIKAN

 foto by kompas.com


Di balik tenangnya aliran laut, terdapat bahaya yang mengintai dari bibir pantai bernama BOLERAN.

Boleran adalah fenomena arus yang bergerak dari pantai menuju laut (NOAA, 2005). Arus balik ini memecah hempasan ombak di pantai dengan kuat dan berkecepatan tinggi yang dapat membahayakan diri kita sendiri ketika memasuki wilayah tersebut.

Dalam ilmu oseanografi, fenomena Boleran dikenal sebagai rip current. Ciri-cirinya yaitu aliran air yang tenang di antara gelombang laut yang menuju pantai, serta terpusat melewati jalur sempit (rip chanel). Aliran air laut yang tenang ini mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Kecepatannya bisa mencapai 8 kaki perdetik atau sekitar 5 mil per jam, lebih cepat dari perenang olimpiade sekalipun, sehingga dapat menyeret manusia sampai ke tengah laut dengan cepat.

sumber foto scijinks.gov


Menurut Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Metereologi, Klimatogi,dan Geofosika (BMKG), Siswanto yang telah di kutip oleh Kompas.com, menjelaskan bahwa fenomena Boleran dalam ilmu oseanografi di kenal sebagai rip current.

Rip current merupakan arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur yang memecah zona empasan gelombang hingga melewati zona gelombang pemecah.

arus boleran terbentuk jika gelombang datang dan menghempas garis pantai yang membentuk cekungan.

Kemudian, pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai atau aliran air yang berjalan menyusuri pantai.
Ada dua arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai


sumber facebook: Aditya Wahyudin
Ilustrasi pertemuan dua arus susur pantai saat terjadi boleran atau rip current yang terjadi di pantai


Arus susur bergerak sangat kuat dengan berkecepatan tinggi yaitu 5 mil perjam. Kemunculan arus boleran ini tidak mudah di terka, arus ini muncul tidak hanya di tempat tertentu yang itu-itu saja, melainkan tergantung dari arah datangnya gelombang laut.

Oleh karena itu banyak yang terkecoh dengan laut yang tidak tampak bergelombang di permukaan, namun menyimpan arus kuat di gelombang laut.

Rip current ini juga dikenal dengan "pembunuh yang sunyi". Walaupun di sebut dengan pembunuh yang sunyi, fenomena rip current ini bisa di kenali, seperti permukaan laut yang cenderung lebih tenang dari pada gelombang di sekitarnya yang menuju pantai.

Kemudian ciri-cirinya yakni warna air laut yang cenderung keruh dari sekitarnya. Hal ini di sebabkan karena arus rip current sangat kuat dan arus balik ini umumnya membawa material pantai seperti pasir, sehingga warnanya cenderung lebih keruh.

Tidak selalu buruk, arus rip current sering dimanfaatkan oleh para peselancar profesional. Arus ini digunakan oleh para peselancar untuk mendapatkan gelombang cepat dengan hanya sedikit mendayung papan.

 Jika terjebak dalam arus ini, tetaplah berusaha tenang dan mencoba berenang ke arah samping sejajar dengan garis pantai. Dengan cara itu kita akan terbawa kembali ke bibir pantai dengan menumpang arus yang datang dari arah laut.

Jika cara tersebut tidak berhasil, kita cukup mengikuti arus dengan terus mencoba untuk selalu mengapung dengan kepala di atas permukaan sampai kekuatan rip current melemah. Setelah itu, berusahalah minta bantuan pada TIM SAR di pantai.

sumber weather.gov



sumber Kompas.com
            maritimenews.id


No comments:

Post a Comment