Thursday, June 25, 2020

6 JENIS IKAN YANG TIDAK BOLEH DI KONSUMSI TERUS MENERUS


Ikan adalah salah satu makanan kaya nutrisi alternatif yang banyak di minati masyarakat indonesia, daging ikan kaya akan nutrisi omega 3,DHA, sumber protein hewani, dan masih banyak kandungan nutrisi lainnya yang terkandung dalam setiap daging ikan 

Namun tidak semua ikan yang boleh dikonsumsi dalam jangka panjang, ada juga ikan mengandung merkuri yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Alih-alih menyehatkan, enam jenis ikan ini justru mengandung zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Menurut Bright Side, inilah enam ikan yang tidak boleh dimakan dalam jangka panjang:

1. Ikan Gindara 


sumber google


Ikan Gindara  mengandung zat Gempylotoxin. Gempylotoxin adalah sejenis zat yang terkandung dalam lilin.Zat ini sangat sulit di metabolisme oleh tubuh. zat gempylotoxin yang membuat rasa daging ikan semakin lezat.

Namun, konsumsi ikan ini harus dibatasi,Ini karena juga dikonsumsi terlalu banyak, zat gempylotoxin dalam daging ikan gindara bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan diare.Sebaiknya, ikan gindara tidak dikonsumsi lebih dari 6 ons setiap harinya.

2. Ikan Hiu 

sumber google 

Ikan hiu masih sering di tangkap baik secara sengaja maupun tidak di sengaja, kemudian di ambil daging dan siripnya. Ikan hiu mengandung merkuri yang sangat tinggi dan bisa mengakibatkan gangguan pada kesehatan tubuh.

Padahal ikan hiu adalah spesies yang di lindungi, namun masih banyak para nelayan yang tetap mengambil ikan tersebut, dan pastinya kita secara tak langsung telah merusak ekosistem dan rantai makanan laut. 


3. Ikan Mahi-mahi 

sumber google

Ikan mahi-mahi atau yang biasa di sebut dengan ikan lemadang adalah ikan yang tidak di anjurkan bagi ibu hamil dan menyusui. 

Ikan mahi-mahi yang apabilah tidak di olah dengan benar, maka akan menyebabkan alergi pada kulit seperti gatal-gatal, ini di karenakan kandungan racun yang ada pada ikan mahi-mahi berasal dari asam amino histidin yang di pecah oleh bakteri.

Mengonsumsi ikan mahi-mahi yang tidak dikonsumsi dengan baik juga bisa menyebabkan keracunan histamine atau keracunan scrombroid.

Menurut Cher Frankie Terzoli, ikan mahi-mahi tang mengandung histamine, biasanya memiliki aroma busuk saat dimasak. Tapi ada juga yang tidak beraroma busuk.

4. Ikan Blanquillo

sumber bp-guide.id

Ikan Blanquillo atau ikan tilefish merupakan ikan yang memiliki julukan "the down of sea" karena bentuk nya yang mirip dengan badut. Ikan ini banyak di jumpai di perairan florida hingga sepanjang perairan kemaritiman di Nova Scotia. Ukuran ikan blanquillo dewasa bisa mencapai 1 meter dengan bobot 300 kg.


Meski ukurannya besar dan bisa diolah untuk menu masakan, tetapi sebaiknya ikan blanquillo tidak dikonsumsi oleh manusia demi menghindari keracunan merkuri. Batas maksimal mengonsumsi ikan blanquillo hanya sekitar 100 gram per hari untuk orang dewasa. Dan anak–anak separuhnya, sekitar 50 gram saja.

5. Tuna Sirip Biru 


sumber google

Tuna sirip biru merupakan ikan termahal, harganya bisa mencapai jutaan dollar, bahkan orang-orang rela membayar mahal agar bisa makan ikan ini.

Ikan ini juga bergizi tinggi seperti ikan tuna lainnya, namun ikan ini memiliki merkuri yang tinggi dan tidak boleh di konsumsi secara berlebihan.

Tuna sirip biru juga merupakan ikan di lindungi yang terancam punah, jika ingin mengkonsumsi ikan ini, sebaiknya anda mengkonsumsi ikan tuna yang lain saja.

6. Ikan Chiliean Sea Bass

sumber google

Ikan chilien bass atau yang biasa di sebut dengan ikan kakap chili adalah ikan populer karena memiliki rasa yang enak, karena ikan ini memiliki tekstur daging seperti mentega yang membuat ikan ini cukup mahal.

Namun seperti ikan tuna sirip biru, ikan ini juga memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dan ikan ini merupakan ikan di lindungi yang terancam punah karena pertumbuhannya yang lambat.

Ikan ini di tangkap dengan metode pukat harimau atau long line yang dapat merusak ekosistem laut, karena sistem penangkapan ini menyebabkan anda tidak boleh mengkonsumsi ikan ini secara berlebihan.




No comments:

Post a Comment